Proyek Dragonfly adalah prototipe mesin pencari Internet yang dibuat oleh Google yang dirancang agar kompatibel dengan ketentuan sensor negara China. Konten yang dimaksud antara lain adalah yang terkait dengan demokrasi, kebebasan berpendapat dan protes.

Tak cuma itu, hasil pencarian pengguna melalui Dragonfly juga akan tersimpan dan terhubung dengan nomor telepon si pengguna. Artinya, orang-orang yang mencari informasi "terlarang" melalui Dragonfly bisa ditangkap oleh pemerintah China jika mereka mendapat akses informasi nomor telepon tersebut dari Google.

Namun proyek ini telah dihentikan oleh Google setelah Presiden Amerika Donald Trump akan melakukan investigasi kepada Google karena adanya kecurigaan terhadap Google yang bermain belakang dengan negara China.

Hal tersebut diutarakan oleh seorang eksekutif Google ketika dipanggil untuk bersaksi di hadapan kongres Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Senator Josh Hawley bertanya kepada Google apakah proyek 'Dragonfly' saat ini sedang berjalan atau tidak. "Tidak, senator. Kami telah menghentikannya, " jawab Karan Bhatia, seorang eksekutif Google, seperti dilansir BBC.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, seorang juru bicara Google membenarkan kabar tersebut.

Juru bicara itu mengatakan bahwa saat ini Google tak memiliki rencana untuk merilis mesin pencari di China dan tidak ada pekerjaan terkait hal tersebut.

Kabar dihentikannya proyek 'Dragonfly' sebenarnya sudah muncul pada akhir tahun lalu. Saat itu, sumber internal Google mengungkapkan proyek ini menemui batu sandungan berupa penutupan akses ke halaman 265.com yang dimanfaatkan untuk meneliti perilaku masyarakat China dalam menggunakan mesin pencari.

2 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama